Nabi Palsu

Hi, ini adalah tulisan pertama-ku, jadi harap maklum kalo banyak jelek-nya HAHAHA.

Jadi disini, aku mau coba telaah lirik dari lagu dari salah satu band yang lagi "happening" saat ini. Keren-nya dari Daniel Baskara Putra a.k.a Hindia/Babas/Baskara, dia bisa reach ke semua kalangan, dari mulai anak kecil sampe orang tua, lho! Dari semua lagu Hindia, yang saat ini terngiang-ngiang dikepalaku saat ini lagu berjudul "Nabi Palsu". 

Aku drop dulu lirik-nya dibawah ini, Ya!


[Lirik "Nabi Palsu"]
[Hindia]

"[Verse 1]
Di sebuah kota, pinggir Jakarta
Ada seorang anak belajar dansa
Dengan bayangannya, dengan lukanya
Dibalut lagu, sedikit pas-pasan

[Pre-Chorus]
Dan tanpa disangka, mimpinya jadi besar
Awalnya ia dambakan, ternyata merepotkan

[Chorus]
Maka ia berpesan, pada dasarnya semua orang hipokrit
Percaya hanya pada dirimu, bukan idolamu yang liriknya berbelit
Juga dengan mereka, yang menjual air mata setiap menit
Atau dengan pelaku skena, yang bagimu keren selangit

[Verse 2]
Banjir acara, di Ibu Kota
Ada seorang pria belajar terbuka
Dengan dirinya, perasaannya
Dibalut lagu, masih pas-pasan

[Pre-Chorus]
Dan tanpa diminta, orang perdebatkannya
Tanpa titik tengah, entah benci dan suka

[Chorus]
Maka ia berpesan, pada dasarnya semua orang hipokrit
Percaya hanya pada dirimu, bukan idolamu yang liriknya berbelit
Juga dengan mereka, yang menjual air mata setiap menit
Atau dengan pelaku skena, yang bagimu keren selangit

[Bridge]
Mereka semua penipu, percaya hanya pada dirimu
Mereka semua penipu, dan mungkin aku juga begitu
Mereka semua penipu, percaya hanya pada dirimu
Mereka semua penipu, dan mungkin aku juga begitu

[Chorus]
Maka Ia berpesan, pada dasarnya semua orang hipokrit
Percaya hanya pada dirimu, bukan idolamu yang liriknya berbelit
Juga dengan mereka, yang menjual air mata setiap menit
Atau dengan pelaku skena, yang bagimu keren selangit
Mereka semua penipu, percaya hanya pada dirimu
Mereka semua penipu, dan mungkin aku juga begitu
Mereka semua penipu, percaya hanya pada dirimu
Mereka semua penipu, dan mungkin aku juga begitu
Na na nabi palsu (mereka semua penipu),
na na na na nabi palsu (percaya hanya pada dirimu)
Na na nabi palsu (mereka semua penipu),
na na na na nabi palsu (dan mungkin aku juga begitu)
Na na nabi palsu (mereka semua penipu),
na na na na nabi palsu (percaya hanya pada dirimu)
Na na nabi palsu (mereka semua penipu),
na na na na nabi palsu (dan mungkin aku juga begitu)"

Kita mulai dari Verse-1 nya, disini dia menceritakan bahwa ada anak yang memang suka banget belajar dansa dan senang melakukan-nya. Disini yang aku tangkep, anak ini penuh dengan semangat sehingga keringat-pun gak membuat-nya berhenti. belajar setiap gerakan Dansa disebuah ruangan dengan lampu yang menyorot diri-nya. Hal ini aku tangkep dari lirik "Dengan bayangannya, dengan lukanya".

Tetapi, pada Pre-Chorus 1, dijelaskan bahwa setelah dia mulai beranjak dewasa, dirinya punya tuntutan lebih besar dari dalam diri-nya atas semua pencapaian yang udah dia gapai. Aku nangkep-nya disini, mungkin anak ini punya pemikiran "aku akan menjadi Balerina terbaik se-dunia" atau mungkin "aku ingin balet di pembukaan Piala President". Ya pokok-nya semua impian kita yang sering kita sebut kepada diri sendiri juga pas masih kecil. Tapi, setelah dia betapa keras-nya hidup ini, dia pun makin cape atas Ego diri-nya untuk mencapai apa yang dia ingin gapai waktu kecil. 

Dibalik itu, dia pun ada rasa "tanggungan" atas image yang udah dia branding sebagai Balerina sedari dia kecil. Ntah itu dia jadi Balerina terbaik di sekolah-nya, atau mungkin dia sering bilang ke orang-orang secara online bahwa dia adalah seorang Balerina. Sampai kita follower IG-nya mikir "wih dia Balerinam, Ya. Keren banget" atau ya dari orang tua-nya yang menaruh harap untuk anaknya menjadi Balerina ternama suatu saat. 

Maka dari itu, di Chorus Bait pertama, Baskara Menulis  "Maka ia berpesan, pada dasarnya semua orang hipokrit" Yang mana, ini adalah perasaan dari si Balerina yang merasa mungkin sudah lelah dengan branding-nya tetapi, ia pun enggan mengungkapkan-nya ke publik karena ada-nya faktor yang akan mungkin merusak nama "Balerina"-nya. (dulu juga aku pengen jadi Tentara terkuat lawan Amerika. tapi skrng takut meninggal, gajadi deh.)
Di bait ini pun, Hindia menulis "Percaya hanya pada dirimu, bukan idolamu yang liriknya berbelit" Yang mana kalo aku tangkep, mungkin ini adalah ungkapan dari diri baskara sendiri yang berpesan untuk tetap Be Yourself, karena mungkin lirik yang penyanyi tulis, mungkin saja tidak seperti sifat asli dari orang tersebut/tidak seperti branding-nya ke Media.

Pada Chorus Bait kedua, Lirik nya berbunyi:
"
Juga dengan mereka, yang menjual air mata setiap menit

Atau dengan pelaku skena, yang bagimu keren selangit"


Disini, Baskara juga menegaskan apa yang menjadi statement-nya diatas, Bahwa apa yang kamu lihat di layar kaca, tidak sepenuh-nya seperti itu. Atau mungkin mereka hanya berpura-pura untuk menjadi apa yang audience inginkan karena tututan pekerjaan. Disini, Baskara mengambil contoh Actor dan juga Pelaku Skena (band?). 

Nanti lanjut lagi deh, ya. Mau makan...

Komentar